vanilla sky
semalem nonton film yang berjudul Vanilla Sky di kontrakan teman saya.
lalu memangnya kenapa?
filmnya bagus!
terkadang ada sesuatu yang tidak bisa diungkapkan lewat kata-kata. salah satunya kesan yang saya dapat dari film ini.
kehidupan manusia memang selalu menjadi tanda tanya besar buat saya. tapi setelah nonton film itu saya pergi ke beranda sambil melakukan sesuatu. saya menengok ke bawah dan melihat ada sesuatu yang berwarna putih di halaman rumah tetangga. pertama saya pikir itu kucing, tapi kok gede banget? lalu saya pikir anjing, tapi sejak kapan mereka memelihara anjing?
akhirnya saya sadar bahwa yang saya lihat adalah kambing, untuk perayaan Idul Adha tampaknya. saat itu hujan turun rintik-rintik dan yang ada di kepala saya adalah "ya elah manusia, tu kambing umurnya ga nyampe sehari lagi juga masa dibiarin hujan-hujanan si? apa salahnya berbuat baik sebelum dia mati? heran"
lalu saya juga sempat berpikir untuk pergi ke bawah, mengambil gunting dan memotong tali si kambing supaya paling tidak dia bisa menemukan tempat untuk tidur yang sedikit lebih nyaman. tapi, sebelum saya sempat melakukan hal itu, ada seorang bapak yang keluar dari dalam rumah dan membuatkan atap untuk melindungi si kambing dari hujan.
saat itu hati saya -yang tadinya panas karena kambing-kambing itu akan dibantai dan akan dimakan, duh seneng banget si makan daging, makan tumbuhan aja kita bisa hidup gitu- tersentuh dan saya jadi berpikir bahwa, di luar alasan sang bapak membuat atap itu, selalu ada celah bagi manusia untuk berbuat baik dan menjadi baik. dan selalu ada celah juga bagi manusia untuk menjadi jahat dan berbuat jahat.
setiap menit adalah kesempatan untuk berubah
itu adalah salah satu kalimat yang saya suka dari film Vanilla Sky
yah manusia bisa berubah, dan seharusnya kita memberi mereka kesempatan untuk berubah. saya berusaha untuk tidak menghakimi orang lain dari kesan pertama yang saya lihat walaupun sulit untuk menghindarkan diri dari upaya menilai orang lain.
dan di akhir film itu, si tom cruisenya (lupa euy namanya di film itu, maklum ingatan saya jangka pendek) memilih untuk kembali pada kenyataan hidupnya dan bangun dari mimpi yang panjang. sepahit dan sesakit apapun hidupnya, ternyata selalu lebih baik untuk menghadapinya sambil mengangkat kepala tegak.
dan karena hidup itu indah aku menangis sepuas-puasnya -Sapardi Dkoko Damono

Semua kehidupan itu suci, begitu kata buddha
Posted by: SMU Taruna DZ | December 20, 2007 06:19 PM
yang manis tidak akan manis tanpa ada pahit ^_^
Posted by: La monchaiyow | January 10, 2008 02:36 AM
Bukannya hidup itu adalah penderitaan. Dan kita berusaha tuk bertahan hidup [seringkali] tanpa mengerti kenapa kita harus mempertahankan kehidupan kita.
Posted by: wahyu | January 23, 2008 10:09 PM